Bursa Saham Asia Anjlok Usai China Pertahankan Suku Bunga Pinjaman

Dilihat pada Senin, (21/11/2022) Bursa Saham di Asia Pasifik anjlok. Koreksi dari bursa saham Asia Pasifik seiring dengan bank sentral China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman, sesuai dengan harapan.

 Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong mengalami penurunan sebesar 3,33 persen, dan memimpin koreksi di bursa saham Asia Pasifik. Sedangkan di China, indeks dari Shanghai mengalami penurunan 0,62 persen dan indeks Shenzhen menurun sebesar 1,33 persen. Lalu pada indeks Nikkei 225 tepat di bawah garis datar dan indeks Topix sedikit naik.

Indeks ASX 200 di Australia melemah. Indeks Kospi di Korea Selatan juga turut melemah sebesar 1m15 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot sampai 1,36 persen.

Di akhir pekan, pemilihan umum situs judi bola yang terjadi di Malaysia menghasilkan parlemen yang menggantung. Para partai tengah berusaha untuk mendapatkan dukungan dari blok lain dalam membentuk pemerintahan. Di akhir pekan ini, Baidu akan melaporkan mengenai laba dan Singapura rilis data inflasi.

Sampai saat ini China masih mempertahankan suku bunga pinjaman seperti yang sedang diharapkan. Suku bunga pinjaman dibiarkan China untuk tidak berubah selama tiga bulan berturut-turut, berdasarkan kepada pengumuman resmi dari bank sentral China. Selama satu tahun, suku bunga pinjaman stabil pada angka  2,65 persen. Suku bunga lima tahun tetap berada pada 4,3 persen.

Sebelumnya, pada bursa saham Asia Pasifik lebih bervariasi pada perdagangan Jumat, 18 November 2022. Pergerakan dari bursa Saham Asia Pasifik tersebut tengah berada di pengumuman laju inflasi inti Jepang di Oktober 2022 naik 3,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Inflasi inti ini lebih tinggi dibandingkan yang diharapkan dan juga lebih cepat dalam 40 tahun belakangan. Berdasarkan dari data Refinitiv, inflasi ini dapat dilihat pada Febriari 1982. Indeks dari Nikkei Jepang melemah sebesar 0,11 persen ke posisi 27.899,77. Semenara Topix berada pada posisi 1.967,03. Indeks dari Kospi menguat pada posisi 2.444,48. Indeks dari ASX 200 bertambah sebesar 0,23 persen ke posisi 7.151,8.

Pada Jumat 18 November 2022, Presiden the Federal Reserve Boston Susan Collins menyebutkan bahwa keyakinannya jika membuat kebijakan dalam meredam inflasi tanpa terlalu mengganggu tenaga kerja.