Warga Gorontalo Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Ruang

Gorontalo – Muntahan abu vulkanik erupsi Gunung Ruang, Sulawesi Utara (Sulut) sampai sekarang masih berimbas di sebagian daerah tetangga. Salah satunya, partikel abu muntahan gunung merapi hal yang demikian meluas sampai ke tanah serambi madinah, Gorontalo.

Hampir di segala kawasan Gorontalo terdapat partikel abu vulkanik yang tak sengaja terbawa angin. Tak cuma itu, pengaruh ini membikin cuaca terlihat mendung pekat yang berujung pada penutupan Bandar Djalaludin.

Abu vulkanik adalah material yang diciptakan dari kegiatan letusan gunung berapi. Dikala gunung berapi erupsi, abu vulkanik tersebar luas ke udara dan bisa menempuh daerah yang jauh dari lokasi letusan.

Kecuali merusak lingkungan jasmaniah, abu vulkanik juga bisa menyebabkan pengaruh serius pada kesehatan manusia. Salah satu pengaruh utama dari menghirup abu vulkanik adalah gangguan pada saluran pernafasan.

Menurut Husain, salah satu pemerhati kesehatan di Gorontalo, partikel abu yang sungguh-sungguh kecil bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan iritasi serta peradangan. Tak ini bisa menyebabkan gejala seperti batuk, sesak nafas, dan nyeri dada.

Bagi orang dengan keadaan pernafasan yang sudah bermasalah, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), keadaan ini bisa memperparah.

Tak cuma itu, abu vulkanik juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Partikel halus dalam abu bisa mengiritasi kulit, menyebabkan ruam, gatal-gatal, dan malahan luka bakar ringan.

“Kecuali abu terkena mata, bisa menyebabkan iritasi, peradangan, dan malahan kerusakan pada kornea bila tak seketika dibersihkan,” kata Husain.

Gangguan lain bila terpapar abu vulkanik juga bisa memberi pengaruh sistem sirkulasi darah. Partikel abu yang masuk ke dalam slot depo 10k tubuh bisa memicu peradangan pada pembuluh darah, meningkatkan risiko pembekuan darah, dan malahan memengaruhi tekanan darah.

“Ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada rentang panjang,” ujarnya.

Kecuali itu, bila terhirup terlalu banyak bisa menyebabkan penurunan tenaga tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi. Partikel abu yang masuk ke dalam sistem pernafasan bisa menjadi medium bagi bakteri dan virus untuk berkembang biak.

Mengaplikasikan dari itu, kata Husain, untuk mengurangi risiko pengaruh kesehatan yang disebabkan oleh abu vulkanik, langkah-langkah berikut bisa diambil. Salah satunya memakai masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel halus agar hidung terlindungi dari paparan abu vulkanik.

“Terutamanya pakaian panjang, topi, dan kacamata atau kacamata pelindung bisa menolong melindungi kulit dan mata dari iritasi abu vulkanik,” ujarnya.

” adalah mengatur waktu di luar ruangan ketika abu vulkanik masih terdapat di udara bisa menolong mengurangi risiko paparan,” dia menandaskan.