Pembahasan RUU Kementerian Tidak Akan Lama, Dapat Jadi Referensi Prabowo Susun Kabinet

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) Kementerian Negara sebagai RUU usulan inisiatif DPR. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, perubahan UU hal yang demikian hanya ada satu pasal saja yakni pasal 15 yakni berhubungan jumlah optimal kementerian dari 34 menjadi menyesuaikan keperluan presiden.

“Saya telah diperkenalkan oleh ketua Baleg bahwa usulan itu hanya perubahan satu pasal, yang kemudian memberikan kewenangan slot gacor 777 terhadap presiden untuk memastikan jumlah kabinet,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2024).

Oleh sebab sedikitnya perubahan pasal, Dasco optimis RUU hal yang demikian dapat disahkan sebelum pelantikan Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 mendatang.

“Saya pikir pembahasannya tak akan terlalu lama dan juga jika kemudian setelah selesai dapat menjadi referensi bagi presiden terpilih untuk dapat membentuk nomenklatur,” kata Dasco.

“Apakah itu memperbesar atau memperkecil itu saya belum tahu, namun yang pasti kita memberikan ruang terhadap presiden terpilih untuk membentuk kabinet dan nomenklatur cocok dengan visi-misi yang telah diperkenalkan pada saat kampanye,” pungkas Dasco.

Baleg Sependapat RUU Kementerian Negara Jadi Inisiatif DPR

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) Kementerian Negara sebagai RUU usulan inisiatif DPR.

Keputusan itu didapat dalam rapat Panja Usulan dipimpin Ketua Panja DPR RI Achmad Baidowi alias Awiek

“Panja beranggapan bahwa RUU perihal RUU perihal Perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 perihal Kementerian Negara dapat diajukan sebagai RUU Berikutnya Inisiatif DPR RI,” kata Awiek, saat rapat pleno pengambilan keputusan di Gedung DPR/MPR, Kamis (16/5/2023).

Awiek memperkenalkan, perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 perihal Kementerian Negara ini bertujuan untuk mempermudah Presiden dalam membentuk kementerian negara.

, Ketua Baleg Supratman Andi Agtas bertanya terhadap semua anggota dewan yang hadir dalam rapat pleno apakah hasil Panja diterima atau tak.

“Laporan Panja dapat kita terima?” tanya Supratman.

“Terima,” jawab anggota.