Detik-detik Penangkapan Sofyan, Bandar Narkoba Sekaligus Caleg DPRK Aceh Tamiang dari PKS

Direktorat Tindak Pidana IV Narkoba Bareskrim Polri menangkap Sofyan, mantan calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV), penangkapan dikerjakan pada Sabtu, 25 Mei 2024, di salah satu toko baju. Sofyan ditangkap dikala sedang berbelanja. Dikala itu, ia sekali-sekali mencoba ukuran celana jeans.

Kemudian, pada menit ke 15.57.06 di video rekaman, ia menonjol sedang mengakak. Entah apa yang ditertawakan pada dikala itu. Tidak lama kemudian, di menit ke 15.57.18, salah satu petugas kepolisian bars-clothing.com yang memakai tas menonjol masuk ke dalam toko hal yang demikian dan menghampiri Sofyan yang sedang memegang celana.

Berikutnya, petugas hal yang demikian langsung berkoordinasi dengan petugas lain untuk menentukan target itu yaitu Sofyan atau bukan.

Setelah diungkapkan benar, petugas itu langsung merangkul caleg DPRK Aceh Tamiang itu dan mengajak berjalan ke luar toko. Segera itu sejumlah orang yang ada di lokasi langsung terdiam dan tercengang.

Sebelum keluar dari lokasi, petugas lebih dahulu melaksanakan pemeriksaan kepada Sofyan.

\\\”Coba cek dahulu, mana motornya?\\\” tanya seorang petugas.

\\\”Telah pergi ia, pak,\\\” jawab Sofyan.

\\\”Ini motornya masih ada di depan sini, ini kan motormu yang dibawa. Kunci motornya mana?\\\” tanya petugas lagi.

\\\”Enggak ada,\\\” jawab Sofyan.

\\\”Jadi motornya gunakan kunci mana? Bukan mau kita bawa motornya, tapi nanti sekiranya tinggal di sini sirna. Jadi tanggung jawab kita nanti,\\\” ujar petugas.

\\\”Ingin dititip sama yang punya toko, mana yang punya toko. Pak, nanti kita titip motor ini ya,\\\” tambahnya.

\\\”Pak, kami enggak berani ini, takut,\\\” ujar karyawan toko.

Nah itulah, makanya kamu ada kunci kita bawa. Nanti kita serahin sama keluarga kamu motornya,\\\” ujar petugas.

Kemudian, tangan Sofyan bahkan diborgol oleh petugas.

Sofyan Diinterogasi di Sebuah Ruangan

Pada video berikutnya, Sofyan diinterogasi di sebuah ruangan.

\\\”Dari Narkoba Bareskrim. Ini surat instruksi aku ya, ini nama aku di sini. Ini surat instruksi penangkapan kamu, tanggalnya 25 ditangkap. Nah, ini surat instruksi penangkapannya, nama aku dan nama anggota aku. Jadi jelas ya, kamu ditangkap oleh Narkoba Bareskrim,\\\” ujar salah seorang petugas yang ada pada video hal yang demikian, dikutip Selasa (28/5/2024).

\\\”Berhubungan problem apa telah paham? Telah paham ya, berhubungan dengan problem adik ipar kamu yang tertangkap perkara yang di Lampung. Telah jelas ya, oke. Ini barang-barang yang ada di badan kamu pada dikala penangkapan, aku keluarin isinya ya,\\\” sambungnya.

Uang Hasil Jual Narkoba Digunakan untuk Tarif Nyaleg

Sebelumnya, Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri masih mendalami berhubungan aliran dana hasil penjualan narkoba yang dikerjakan Sofyan selaku caleg DPRK Aceh Tamiang dari PKS.

Penyelidikan aliran dana itu dikerjakan sebab diduga Sofyan ikut memakai hasil penjualan narkoba sabu untuk biaya politik sebagai caleg.

\\\”Ya ini kita dalami dahulu, apakah betul narkopolitik. Tetapi pengetahuan tadi introgasi ia, ada sebagian barang ini untuk kebutuhan ia mencaleg,\\\” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Senin (27/5/2024).

Walaupun demikian, kata Mukti, soal keterangan untuk kebutuhan biaya politik masih didalami penyidik. Sebab dari hasil penyidikan diduga Sofyan telah menjalani bisnis haram ini semenjak Maret 2024.

Oleh sebab itu, lanjut Mukti, dalam kasus ini Sofyan telah dijerat dengan pasal penyerta yaitu Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna menelusuri berhubungan aliran dana yang diaplikasikan tersangka dari hasil penjualan narkotika.

\\\” pasti tersangka ini akan dijerat Undang-Undang TPPU sebab ia sebagai bandar. Seperti omongan aku sebelumnya, bandar atau kurir akan dikenakan UU TPPU, nanti kita akan tahu ke mana arah uang hal yang demikian ya,\\\” ujar Mukti.