Chandra Asri Kantongi Fasilitas Kredit USD 600 Juta

Grup Chandra Asri meraih sarana utang berjangka multi-currency setara USD 600 juta atau kurang lebih Rp 9,31 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.530) bersama dengan jangka pas tujuh th. dan opsi perpanjangan tiga tahun.

Seiring perihal itu, grup Chandra Asri sudah menunjuk OCBC sebagai advisory bank dan juga mandated lead arranger dan bookrunner (MLAB). Perseroan dapat kenakan sarana utang untuk kepentingan korporasi secara umum untuk menambah keperluan modal kerja, mengingat perkembangan dan ekspansi yang konsisten berlanjut berasal dari grup Chandra Asri.

Setelah lewat proses evaluasi yang komprehensif, OCBC ada sebagai mitra pembiayaan pilihan grup Chandra Asri untuk memandu dan memimpin Perusahaan lewat kompleksitas pemenuhan server thailand keperluan pembiayaan lewat sarana terstruktur yang sesuai bersama dengan kebutuhan.

Selain itu, pembiayaan multi-currency lintas wilayah perlihatkan komitmen Perusahaan untuk memperluas posisi kompetitifnya ke level regional dan global, yang dapat lebih memperkuat ketahanan keuangan dan kinerjanya.

Head of Global Wholesale Banking of OCBC, Tan Teck Long menuturkan, pihaknya suka bekerja mirip bersama dengan Chandra Asri untuk meluncurkan sarana unggulan bersama dengan begitu banyak ragam fitur ini untuk memenuhi keperluan grup Chandra Sri.

“Kami berharap sanggup gunakan keahlian kolektif OCBC untuk mendorong inovasi, terhubung peluang baru dan memberi tambahan nilai jadi yang jauh lebih besar lagi kepada pelanggan kami,” kata Tan Teck Long.

Sementara itu, Chief Financial Officer grup Chandra Asri Andre Khor menuturkan, pihaknya mengapresiasi penunjukan OCBC yang meyakinkan lagi kekuatan keuangannya dan memposisikan Perseroan untuk keberhasilan yang konsisten dalam lingkungan pasar yang konsisten berkembang.

“Hal ini perlihatkan pemberian yang kuat terhadap strategi, tata kelola, dan kekuatan perusahaan untuk memberi tambahan hasil lewat siklus ini,” kata Andre.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Maret 2024, saham TPIA melemah 0,89 % ke posisi Rp 5.575 per saham. Saham TPIA diakses stagnan di posisi Rp 5.625 per saham. Saham TPIA berada di level tertinggi Rp 5.775 dan terendah Rp 5.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.921 kali bersama dengan volume perdagangan 283.271 saham. Nilai transaksi Rp 160,5 miliar.

Bukit Asam Gandeng Anak Usaha Chandra Asri Genjot Bisnis EBT

Sebelumnya diberitakan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) lewat anak perusahaannya PT Bukit Energi Investama (BEI) lakukan penjajakan sinergi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemakaian daya baru terbarukan (EBT) dan peluang bisnis jasa ketenagalistrikan lainnya bersama dengan PT Krakatau Chandra Energi (KCE).

Kerja mirip keduanya ditandai bersama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama PT Bukit Energi Investama (BEI) Biverli Binanga dan Direktur Utama PT Krakatau Chandra Energi (KCE) Erri Dewi Riani terhadap 16 Januari 2024. Biverli menuturkan, kerja mirip ini merupakan tidak benar satu usaha untuk menopang transisi daya dan pencapaian target Net Zero Emission terhadap 2060 yang ditetapkan Pemerintah.

“Melalui kesepakatan ini, kita dambakan mendorong praktek bisnis yang berdampak positif terhadap kelestarian alam. Kami juga meyakini kerja mirip ini sanggup memberi tambahan kegunaan ekonomi,” kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (30/1/2024).

HomeSaham
Chandra Asri Kantongi Fasilitas Kredit USD 600 Juta
Agustina MelaniAgustina Melani
Diperbarui 08 Mar 2024, 18:13 WIB
Copy Link
17
Chandra Asri Kantongi Fasilitas Kredit USD 600 Juta
Perbesar
Grup Chandra Asri meraih sarana utang berjangka multi-currency setara USD 600 juta atau kurang lebih Rp 9,31 triliun (Chandra Asri)
Liputan6.com, Jakarta – Grup Chandra Asri meraih sarana utang berjangka multi-currency setara USD 600 juta atau kurang lebih Rp 9,31 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.530) bersama dengan jangka pas tujuh th. dan opsi perpanjangan tiga tahun.

Seiring perihal itu, grup Chandra Asri sudah menunjuk OCBC sebagai advisory bank dan juga mandated lead arranger dan bookrunner (MLAB). Perseroan dapat kenakan sarana utang untuk kepentingan korporasi secara umum untuk menambah keperluan modal kerja, mengingat perkembangan dan ekspansi yang konsisten berlanjut berasal dari grup Chandra Asri.

BACA JUGA:
Bos Chandra Asri Beli 968 Ribu Saham TPIA
Setelah lewat proses evaluasi yang komprehensif, OCBC ada sebagai mitra pembiayaan pilihan grup Chandra Asri untuk memandu dan memimpin Perusahaan lewat kompleksitas pemenuhan keperluan pembiayaan lewat sarana terstruktur yang sesuai bersama dengan kebutuhan.

Advertisement

recommended by

BRAINBERRIES
Start Scribbling Down These Must-watch Films Based On Real Events
LEARN MORE
Selain itu, pembiayaan multi-currency lintas wilayah perlihatkan komitmen Perusahaan untuk memperluas posisi kompetitifnya ke level regional dan global, yang dapat lebih memperkuat ketahanan keuangan dan kinerjanya.

Head of Global Wholesale Banking of OCBC, Tan Teck Long menuturkan, pihaknya suka bekerja mirip bersama dengan Chandra Asri untuk meluncurkan sarana unggulan bersama dengan begitu banyak ragam fitur ini untuk memenuhi keperluan grup Chandra Sri.

“Kami berharap sanggup gunakan keahlian kolektif OCBC untuk mendorong inovasi, terhubung peluang baru dan memberi tambahan nilai jadi yang jauh lebih besar lagi kepada pelanggan kami,” kata Tan Teck Long.

Sementara itu, Chief Financial Officer grup Chandra Asri Andre Khor menuturkan, pihaknya mengapresiasi penunjukan OCBC yang meyakinkan lagi kekuatan keuangannya dan memposisikan Perseroan untuk keberhasilan yang konsisten dalam lingkungan pasar yang konsisten berkembang.

“Hal ini perlihatkan pemberian yang kuat terhadap strategi, tata kelola, dan kekuatan perusahaan untuk memberi tambahan hasil lewat siklus ini,” kata Andre.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Maret 2024, saham TPIA melemah 0,89 % ke posisi Rp 5.575 per saham. Saham TPIA diakses stagnan di posisi Rp 5.625 per saham. Saham TPIA berada di level tertinggi Rp 5.775 dan terendah Rp 5.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.921 kali bersama dengan volume perdagangan 283.271 saham. Nilai transaksi Rp 160,5 miliar.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk meraih berita-berita terkini bersama dengan mengklik tautan ini.

2 berasal dari 4 halaman
Bukit Asam Gandeng Anak Usaha Chandra Asri Genjot Bisnis EBT
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (Foto: Grup MIND ID)
Perbesar
Ilustrasi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (Foto: Grup MIND ID)
Sebelumnya diberitakan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) lewat anak perusahaannya PT Bukit Energi Investama (BEI) lakukan penjajakan sinergi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemakaian daya baru terbarukan (EBT) dan peluang bisnis jasa ketenagalistrikan lainnya bersama dengan PT Krakatau Chandra Energi (KCE).

Kerja mirip keduanya ditandai bersama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Direktur Utama PT Bukit Energi Investama (BEI) Biverli Binanga dan Direktur Utama PT Krakatau Chandra Energi (KCE) Erri Dewi Riani terhadap 16 Januari 2024. Biverli menuturkan, kerja mirip ini merupakan tidak benar satu usaha untuk menopang transisi daya dan pencapaian target Net Zero Emission terhadap 2060 yang ditetapkan Pemerintah.

“Melalui kesepakatan ini, kita dambakan mendorong praktek bisnis yang berdampak positif terhadap kelestarian alam. Kami juga meyakini kerja mirip ini sanggup memberi tambahan kegunaan ekonomi,” kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (30/1/2024).

Advertisement

PT Bukit Energi Investama merupakan anak perusahaan PT Bukit Asam Tbk yang bergerak di bidang investasi terhadap bidang energi, juga investasi sarana atau instalasi pengembangan listrik tenaga surya.

Adapun PT Krakatau Chandra Energi (KCE) yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, jasa kelistrikan, dan daya baru terbarukan merupakan anak perusahaan berasal dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Direktur Utama PT Krakatau Chandra Energi, Erri Dewi Riani mengungkapkan bahwa kerja mirip ini merupakan langkah nyata praktek bisnis konsisten Chandra Asri Group lewat tidak benar satu anak usahanya untuk konsisten menyediakan solusi infrastruktur bidang pembangkit tenaga listrik, jasa kelistrikan dan daya baru terbarukan.